Rabu, 28 Februari 2018

Kue Chocolatos Enak Anti Gagal Tanpa Mixer, Oven dan Timbangan


Akhirnya, setelah kurang lebih 10 hari tidak berbagi resep, hari ini saya bisa berbagi resep lagi. Maunya sih, resep ini saya terbitkan tadi malam, tapi jaringan lagi maju mundur cantik karena sedang dilakukan penataan frekuensi di area saya dalam beberapa hari ke depan untuk peningkatkan kualitas layanan.

Sabtu, 24 Februari 2018

Masalah Ranjang dan Dapur


Sebelumnya saya mohon maaf kepada teman-teman pembaca Dapur Ima yang sudah berkunjung ke sini untuk melihat resep terbaru karena saya belum bisa menampilkannya sampai hari ini.

Kamis, 22 Februari 2018

Hati-hati Saat Berkomentar!


Hai semuanya...
Ada yang bolak-balik ke sini tapi belum ada yang baru? Nih, saya kasih yang baru. Tapi bukan resep atau info seputar dapur ya, melainkan sebuah pengakuan dosa.

Minggu, 18 Februari 2018

Sabtu, 17 Februari 2018

Loka Peppe'


Hujan-hujan begini enaknya makan apa ya? Kalau saya yang ditanya seperti itu, saya pasti jawab dengan "pisang goreng". Kalau teman-teman suka makan apa saat hujan?

Jumat, 16 Februari 2018

Roti Panggang a la Dapur Ima


Dari kemarin hujan mengguyur Makassar nyaris tiada henti. Mungkin karena ingin menyambut Imlek kali ya? Gong Xi Fa Cai buat teman-teman yang merayakannya. Semoga hujan ini membawa berkah bagi kita semua.

Hari ini saya akan berbagi resep lagi setelah seminggu berlalu, yaitu resep kue tanpa nama yang beberapa hari terakhir ini menjadi perbincangan hangat para blogger. Apaan sih? Udah kayak gosip aja, hehehe.


Yang belum mengikuti atau membaca ceritanya bisa langsung klik tulisan berwarna biru ini, yaitu Namanya Apa ya?Ini Kata Mereka dan Kue Tanpa Nama.

Terimakasih banyak buat TRIKNEWS atas nama pemberiannya. Mohon maaf sebelumnya karena saya tidak bisa memberikan hadiah apa-apa kecuali ucapan terimakasih, terimakasih dan terimakasih.


Seperti yang saya katakan sebelumnya, kue ini bahannya mirip dengan resep Puding Roti Kukus dan saya masak seperti Kue Milo Praktis. Rasanya? Lumayanlah untuk jadi teman ngeteh atau ngopi. Tidak seperti pencarian namanya yang sungguh luar biasa hebohnya, hehehe.

Berikut bahan dan proses pembuatannya...

ROTI PANGGANG A LA DAPUR IMA
Hasil 20 buah

Bahan:
5 lembar roti tawar, sobek-sobek
2 bungkus krimer kental manis
1 kotak susu Ultra isi 250 ml
Margarin secukupnya

Taburan:
Meises, kacang dan keju secukupnya


Cara Membuat:
  1. Campur semua bahan dalam blender dan proses hingga halus.
  2. Panaskan pemanggangan roti dan olesi tipis dengan margarin.
  3. Tuang adonan ke dalam pemanggangan roti, beri taburan sesuai selera, tutup dan panggang hingga matang selama 3 sampai 4 menit. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis.
  4. Roti Panggang a la Dapur Ima siap dihidangkan.

Saya membuat kue ini dua kali. Yang cokelat saya buat dari roti tawar biasa dengan susu cokelat dan yang kedua saya buat dari roti tawar pandan sehingga warnanya jadi hijau.


Bila teman-teman bosan dengan tampilan roti tawar yang hanya dioles margarin dan ditaburi meises atau keju, resep ini bisa dijadikan pilihan. Hasilnya juga jadi lebih banyak dan bisa dinikmati rame-rame walaupun saya bisa menghabiskannya sendirian, hehehe.

Demikian tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat dan sesuai selera ya. Selamat mencoba. 😃

Salam,
Dapur Ima

Kamis, 15 Februari 2018

Kue Tanpa Nama


Wakakaka....
Saya mau tertawa terbahak-bahak dulu ye, pemirsa. Ternyata udah buanyaaak banget komentar yang masuk dari kemarin pada tulisan saya tentang Ini Kata Mereka.

Terimakasih banyak ya semuanya. Terimakasih atas kehadirannya di Dapur Ima. Terimakasih karena sudah sering membuat saya ngakak dengan komentar-komentar yang lucu dan terimakasih telah menjadikan Dapur Ima tempat ngerumpi yang asyik.

Okeh! Tanpa berlama-lama, saya akan mengumumkan bahwa saya memilih nama pemberian dari.....

Dari siapa ya?

Dari kamu. Iya, kamu.

Siapa sih?

Sepertinya asyik nih kalo kita ngeteh atau ngopi dulu sambil makan kue tanpa nama ini.

Woi.... Jangan bikin penasaran dong!

Jreng.... Jreng....

Saya pilih nama pemberian dari Mas....

Mas siapa?

Mas itu tuh pendatang baru di Dapur Ima.

Namanya saya tidak tahu, tapi beliau menggunakan akun bernama TRIKNEWS. Makasih banyak ya, mas. Menurut saya dari sekian banyak pilihan nama yang ada, nama pemberian mas TRIKNEWS inilah yang paling cocok dengan kue tanpa nama ini.

Lalu, resepnya mana, bu? Resepnya sebenarnya nggak penting sih. Toh rasanya juga tidak dahsyat luar biasa. Hanya roti doang yang dibuat dengan tampilan berbeda.

Saya pamit undur diri ya. Mau balas komentar dulu. Tadi belum saya balas karena kepikiran menulis tentang ini di Dapur Ima.

Oh iya. Resepnya menyusul dan yang pasti sudah ada namanya, bukan Kue Tanpa Nama lagi. Tapi nggak usah ditungguin ya. OK?

Salam,
Dapur Ima

Selasa, 13 Februari 2018

Ini Kata Mereka


Alhamdulillah akhirnya bisa berbagi lagi hari ini, berbagi larut malam pula. Ya meskipun bukan berbagi resep melainkan berbagi kasih sayang eh maksud saya berbagi cerita tentang sebuah makanan yang belum ada namanya.

Bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya sebelumnya tentang Namanya Apa Ya? pasti sudah bisa menebak makanan apa yang saya maksud.

Jadi, Sabtu lalu saya bereksperimen kecil-kecilan di dapur. Saya mencoba membuat kue yang bahannya saya ambil dari resep Puding Roti Kukus dan cara memasaknya seperti Kue Milo Praktis.

Setelah kue tersebut jadi seperti foto di atas, saya malah kebingungan karena tidak punya nama yang pas untuknya. Lho? Ini gimana toh? Tidak biasanya saya kehilangan ide untuk nama makanan yang saya buat. Lagi mikirin apa sih, bu? Lagi mikirin kamu, hehehe.

Saya lalu dapat ide untuk bertanya pada semua orang melalui tulisan saya di Dapur Ima dan ternyata hasilnya sungguh di luar dugaan saya.

Ada banyak komentar yang masuk dan semuanya dari teman-teman blogger. Yang lain mana nih? Mba Yulia, mba Iin dan yang lainnya kok cuma lewat doang sih? Komentarnya mana?

Saya ucapkan banyak terimakasih buat para pembaca yang tidak meninggalkan komentarnya di sini. Saya tahu kalian ada meski tidak meninggalkan jejak di sini.

Komentar yang masuk semuanya bagus-bagus dan lucu-lucu. Bila teman-teman penasaran melihat langsung komentar itu beserta jawaban saya, boleh langsung menuju TKP untuk membacanya.

Komentar tersebut akan saya tuliskan kembali di sini. Ini merupakan salah satu bentuk terimakasih saya kepada semua teman-teman blogger yang sudah banyak membantu dan sering berkunjung ke Dapur Ima.

Ini kata mereka...

Mang Lembu, "kasih nama kue mak Ima ajah, namanya belum ada, mudah diingat dan diciptakan oleh seorang blogger bernama neng Ima. hehe... tapi keren juga kok menurut saya mah, pake nama ituh" Desa Cilembu

Kang Nata, "kasih nama "Kue Asik Pedia" ajah Mbak! hehehe.....
biar artikelnya bisa ikut terdongkrak saat ada yg mencari Kata Asik Pedia"
*Modusdotcom. :) Asik Pedia

Mayuf, "Dapet penemuan baru ya mba, keren :D
Dikasih nama apa ya, yang namanya dari bagian bahan pembuatan nya aja mba mungkin, hehe" Mayuf

Yogi Prasetian, "Coba sini saya icip mbak, nanti setelah nyobain biar saya kasih nama yg pas :D :D" Ragam Fungsi

Andi Nugraha, "Bagus juga, roti panggang ala Ima. diproduksi langsung oleh diary mahasiswa..wkwk
nyambung-nyambungin kata-kata..haha" Diary Mahasiswa

Dwi Sugiarto, "Roti Bakar Milenia.... Cocok tuh" Dwisu Web Id

Monica Rampo, "ahai bingung ya mba Ima kasih nama makanan ini... jadi kayak bikin sayembara nih..he he he...bahannya sih bahan puding roti, cuma dipanggang pakai cetakan.. nah silakan mba Ima tentukan sendiri namanya..puding roti panggang ala dapur Ima mungkin cucok.. tapi mungkin loh ya...
btw taburannya endes kayaknya mba.." Monic's Simply Kitchen

Anisa Ae, "Kue pipih ima xD Bentuknya pipih gitu soalnya wkwk" Anisa Ae

Djangkaru Bumi, "Diberi nama roti mario aja. :)" Djangkaru Bumi

Maya, "Kayaknya nyicip dulu deh biar tahu mau kasih nama apa ya kuenya. hehe" Jejak Maya

Obat Sakit, "itu yang bintik-bintik putih di kue namanya apa ya mbak. Wijen atau kacang ya. Aku sih namanya kue ya pastinya enak gurih dan renyah serta manis karena ada bintik putihnya, beri saja nama kue tutul atau kue bintik" Obat Sakit

Rina Audie, "Mau komen aja maju mundur, belum dapat nama soalnya. Gimana kalo Easy Toast Recipe. Toast mengacu pada roti tawar yang dipanggang (toast). Ini resep super gampil soalnya" Dapur Manis

Ikrom Zayn, "kue syalala ulala aja mbak
cetar membahana hehe" Unimportant to Important

Adi Stia Utama S, "Kue artis mbak ima, kan biar viral gitu" My Satnite

Ella Fitria, "Gimana kalau kasih nama kue anti galau? Atau kue pelupa mantan? Hahaha" Ella Fitria


Terimakasih banyak pula buat teman-teman blogger yang melewatkan tulisan tentang ini tapi sering berkomentar pada tulisan saya yang lain, seperti IezelSha, Mbah Dinan, mba Nia, mba Muyass, mas Satria, mas Masandi, mba Anggun, kang Achman, mba Yuli, mas Hujan Bulan Juni dan mas Idris.

Pada penasaran tidak akhirnya saya pilih nama yang mana untuk kue tanpa nama di atas? Yang penasaran, lambaikan tangan ke kamera ya! Eh salah. Maksud saya angkat tangan, hehehe.

Tunggu tanggal mainnya!

Salam,
Dapur Ima

Minggu, 11 Februari 2018

Namanya Apa Ya?


Hai semuanya...
Selamat hari Minggu.
Liburan ke mana nih?
Di rumah aja ya?
Apapun kegiatan teman-teman hari ini, semoga semuanya indah dan menyenangkan.

Hari ini saya tidak berbagi resep dulu ya. Soalnya, kemarin habis bereksperimen di dapur dan saya bingung kue yang saya buat itu mau diberi nama apa? Ada yang bisa bantu saya tidak mencari nama yang pas untuk kue itu?

Kue itu bahannya terbuat dari roti tawar, krimer kental manis dan susu Ultra, mirip dengan bahan Puding Roti Kukus. Saya masak menggunakan pemanggangan roti dan atasnya saya beri taburan keju, meises dan kacang seperti Kue Milo Praktis.

Mau saya beri nama Kue Roti, tapi menurut saya terdengar tidak pas di telinga. Mau diberi nama Puding Roti juga tidak cocok. Kira-kira apa ya nama yang cocok dan terdengar indah di telinga?

Saya mohon masukan dan saran dari teman-teman semua ya. Terutama dari master koki mba Monic Monic's Simply Kitchen dan mba Rina Dapur Manis. Semoga aja mba Monic dan mba Rina melihat tulisan ini.

Atas komentar dan jawabannya, saya ucapkan banyak terimakasih. 🙏😃

Salam,
Dapur Ima

Jumat, 09 Februari 2018

Penja Jo'jo'


Hai semuanya...
Apa kabar di hari Jum'at ini?
Semoga semuanya sehat dan bahagia selalu ya.

Alhamdulillah hari ini saya bisa berbagi resep praktis lagi meskipun resep yang akan saya bagikan kali ini akan terdengar asing di telinga teman-teman Dapur Ima yang rata-rata berasal dari luar Sulawesi Barat.

Tapi ada satu orang nih yang mungkin sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini. Ada teman blogger yang baru kenal beberapa hari terakhir ini yang ternyata berasal dari Sulawesi Barat juga, yaitu admin blog Belum Ada Niche.

Kalau bukan karena tulisan saya kemarin yang judulnya bikin banyak orang penasaran, mungkin saya belum tahu kalau tertanya pemilik blog Belum Ada Niche itu adalah orang Mandar.

Wah! Nggak nyangka deh. Baru kali ini ketemu blogger sekampung. Jadi bisa saling komentar pake bahasa daerah seperti komentar Mang Lembu dengan Kang Achman yang suka bikin saya pusing ketika melihatnya.

Kembali ke resep Penja Jo'jo' ya. Duh, ketik judulnya agak ribet nih. Ada yang kesulitan membacanya tidak?

Penja Jo'jo' ini menurut saya adalah salah satu makanan yang bikinnya sangat mudah. Cocok banget sama saya yang nggak suka masakan ribet. Dinamakan Penja Jo'jo' karena makan Penja ini sambil dicocol (jo'jo') ke campuran cabe rawit dan minyak Mandar.


Pertama kali liat Penja diolah seperti ini dari adik saya, Khalil. Katanya resep kreasi sendiri. Awalnya saya pikir, apa enak dimakan seperti itu? Kan tidak dimasak? Apa tidak sakit perut nantinya? Eh, ternyata saya malah doyan dan alhamdulillah tidak sakit perut. Penja memang selalu enak diolah jadi apapun.

Ada yang bingung Penja itu apa? Silakan baca tentang Penja Mandar ya dan bagi teman-teman yang berasal dari Sulawesi Barat yang lagi pengen masak Penja, resep Penja PaisPenja Bawang Merah dan Penja Jo'jo' ini bisa jadi pilihan.

Berikut resep praktisnya...

PENJA JO'JO'

Bahan:
Penja masing dua genggam
Cabe rawit sesuai selera
Air dan Minyak Mandar secukupnya

Cara Membuat:
  1. Masak air secukupnya sampai mendidih.
  2. Cuci bersih ikan Penja masing.
  3. Rendam Penja dengan air mendidih selama 3 menit lalu tiriskan kemudian pindahkan ke piring saji.
  4. Haluskan cabe rawit atau potong-potong tipis dan masukkan ke dalam piring atau mangkuk kecil kemudian tambahkan minyak Mandar secukupnya.
  5. Sajikan Penja Jo'jo' bersama nasi hangat. Mmmm..., nikmatnya.

Oh iya, jangan liat tampilannya yang terlihat biasa-biasa saja ya karena rasanya tidaklah biasa seperti tampilannya. Tidak percaya? Buktikan sendiri deh dengan mencoba resepnya. Khususnya buat teman-teman yang di daerahnya ada ikan Penja seperti ini.


Demikian tulisan saya kali ini.
Semoga bermanfaat dan sesuai selera.
Selamat mencoba. 😃

Salam,
Dapur Ima

Kamis, 08 Februari 2018

Dapur Ima Difitnah


Hai semuanya...
Apa kabar di hari Kamis manis ini?
Ada yang lagi cemberut tuh sepertinya.
Jangan cemberut dong! Ntar cakepnya hilang lho, hehehe...

Hari ini saya belum berbagi resep dulu ya. Soalnya, ada yang wajib tayang di sini dari kemarin tapi saya bingung mau ngasih judulnya apa. Ya udah, saya beri judul begitu saja.

Senin lalu saya dikejutkan oleh pemberitahuan Google+. Ada Blogger Misterius yang membagikan tulisan berjudul "Dapur Ima Bagi-bagi Kue Ulang Tahun Gratis. Ada yang Berminat?".

Waduh! Apaan ini?
Saya pun segera meluncur ke TKP untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Saya takut ini jadi fitnah dan merusak reputasi Dapur Ima.

Sesampainya di sana, saya yang tadinya merasa cemas karena takut ada yang salah paham dengan tulisan itu malah jadi tertawa terbahak-bahak. Wakakaka.....

Penasaran?
Yuk langsung ke TKP.

Buat kang Jet Li, makasih banyak ya.
Mohon maaf bila judulnya kurang berkenan di hati.

Salam,
Dapur Ima

Rabu, 07 Februari 2018

Target 2.000 Penayangan Perhari Dapur Ima

Statistik hari ini, 7 Februari 2018

Hai semuanya...
Selamat pagi!
Apa kabar di hari Rabu ini?
Tidak kelabu kan?
Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya, sehat dan bahagia selalu.

Bulan lalu, pada tulisan saya yang berjudul Terimakasih Semuanya saya menuliskan bahwa penayangan Dapur Ima mengalami peningkatan, itupun masih di bawah 1.000 penayangan perhari.

Setelah mendapatkan masukan, bantuan dan promosi dari mas Djangkaru Bumi (terimakasih banyak ya, mas), penayangan perhari Dapur Ima semakin meningkat dan nyaris mencapai 1.000 penayangan perhari. Masih sangat jauh jumlahnya dari penayangan blog beliau yang katanya 3.000an perhari. Wow!!! Angka yang sangat luar biasa menurut saya.

Nah, kemarin saya habis baca artikel menarik di blognya mas Masandi Wibowo tentang impian beliau meningkatkan jumlah penayangan perhari di blognya.

Artikel menarik tersebut berhasil menarik saya bagaikan magnet, sehingga saya langsung ingin menerapkannya juga di blog saya. Mas Masandi, saya nyontek ya? Terimakasih banyak sebelumnya.

Saya tak perlu cerita panjang lebar tentang bagaimana caranya melakukan itu semua. Bila teman-teman penasaran, silakan berkunjung ke blog beliau untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap. Tinggal klik nama beliau yang berwana biru di atas.

Salah satu caranya adalah tidak mengecek statistik blog dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Waduh! Saya bisa nggak ya? Berat banget deh kayaknya, seperti rindunya Dilan pada Milea, hahahaha. Baca novelnya aja belum, apalagi nonton filmnya. Eh..., kuti-kutitan alias ikut-ikutan kena virus Dilan, hehehe.

Udah, gitu aja. Yang pasti saya nyontek aja sama mas Masandi dan akan kita lihat hasilnya bulan April nanti.

Statistik... oh... Statistik....
Aku akan sangat merindukanmu.
Sampai ketemu lagi InsyaAllah di bulan Mei.

Salam,
Dapur Ima

Senin, 05 Februari 2018

Kue Milo Praktis


Hai semuanya...
Selamat hari Senin.
Semoga di awal minggu ini kita semua sehat dan bahagia selalu.

Seperti biasa Dapur Ima akan berbagi resep yang praktis dan ekonomis. Kali ini resepnya adalah Kue Milo Praktis yang resepnya saya lihat di Cookpad Kue Milo 3 Bahan dari mba Na Haryanti. Terimakasih banyak mba Na Haryanti buat resepnya.

Kue Milo Praktis ini sudah dua kali saya coba. Percobaan pertama hari Rabu lalu dan saya membuatnya sama persis dengan resep aslinya yaitu dikukus.


Beberapa jam yang lalu saya membuatnya lagi. Tapi kali ini saya memasaknya menggunakan alat pemanggang roti.

Awalnya saya panggang polos saja tanpa taburan apapun, tapi tiba-tiba saya ingat ada kacang yang sudah saya cincang di kulkas. Wah! Bisa dijadikan taburan nih. Akhirnya jadi deh Kue Milo Praktis dengan taburan kacang dan polosan.

Teman-teman ingin mencoba resep ini tapi tidak punya alat pemanggang roti? Tenang! Adonannya bisa kok dipanggang dalam oven, wajan datar anti lengket (teflon) atau dikukus. Sesuaikan saja sama peralatan masak yang ada di rumah.

Ini yang versi kukus 👌👍

Tidak punya kacang sebagai taburan? Tenang! Polos tanpa taburan pun sudah enak kok. Tapi jika ingin menambahkan meises, keju atau yang lainnya juga bisa banget. Silakan sesuaikan dengan selera teman-teman. OK?

Berikut bahan dan proses pembuatannya ya...

KUE MILO PRAKTIS
Hasilnya 16 buah


Bahan:
3 butir telur
6 bungkus Milo (isi 18 gram)
2 bungkus krimer kental manis cokelat
Kacang cincang secukupnya
Margarin secukupnya


Cara Membuat:
  1. Blender telur sampai berbuih.
  2. Tambahkan Milo dan krimer kental manis lalu blender hingga tercampur rata.
  3. Panaskan alat pemanggang roti dan olesi tipis-tipis dengan margarin.
  4. Tuang adonan ke dalam alat pemanggang roti, taburi dengan kacang cincang, lalu tutup dan panggang sampai matang selama 5 menit. Lakukan hingga adonan habis.
  5. Kue Milo Praktis siap dihidangkan.

Mudah dan cepat kan membuat Kue Milo Praktis ini? Enak lagi. Pencinta Milo seperti saya pasti doyan banget nih.


Membuat kue ini memang mudah tapi mengambil foto-fotonya itu loh, susahnya minta ampun. Saya harus gonta-ganti gaya dan pernak-pernik sampai akhirnya dapat foto yang lumayan baik, itupun masih jelek. Maklum tukang foto bukan fotografer. Loh? Itukan slogannya mas Bumi? Pinjam kata-katanya ya, mas Bumi, hehehe.

Demikian tulisan saya kali ini tentang Kue Milo Praktis. Semoga bermanfaat dan sesuai selera. Selamat mencoba. 😃

Salam,
Dapur Ima

Sabtu, 03 Februari 2018

Spam Dapur Ima


Hai, semuanya...
Sehat kan?
Ada yang sakit?
Semoga yang sedang sakit cepat sembuh ya.

Hari ini saya tidak akan berbagi resep dulu soalnya belum ada yang bisa ditampilkan. Ada sih sebenernya, tapi belum layak publikasi dan harus saya coba kembali agar bisa saya publikasikan di sini.

Kali ini saya akan membahas tentang isi Spam Blog Dapur Ima yang baru saya buka tadi sehabis baca komentar dari mas Bumi di resep Puding Roti Kukus. Makasih ya, mas. Mas Bumi telah mengajarkan hal baru lagi buat saya hari ini dan sangat bermanfaat.

Sejak pertama punya blog ini, saya baru buka tuh yang namanya spam. Saya pikir tidak ada apa-apa di sana. Eh..., ternyata isinya banyak banget. Salah satunya komentar mba Rina yang kata mba Rina suka hilang.


Sudah beberapa kali saya dapat komentar dari mba Rina pemilik blog Dapur Manis, bahwa komentarnya selalu hilang. Sebelumnya, ada salah satu komentator setia Dapur Ima dari Medan yang bernama mba Rini yang juga sering mengalami hal itu.

Saya tidak tahu menahu apa yang menyebabkan hal itu terjadi. Sampai akhirnya mas Bumi menyarankan saya untuk buka spam dan mengecek apakah komentar itu nyangkut di sana. Eh..., ternyata benar. Komentar mba Rina dan mba Rini nyangkut di sana. Mungkin karena nama mereka berdua mirip kali ya? Jadi suka nyangkut komentarnya, hehehe.

Selain komentar mba Rina dan mba Rini, ada juga nih komentar panjang dari mba Ratnah Puspita. Nah, ini nih baru masuk kategori Spam Blog. Komentarnya banyak sekali, tadi saya cuma hitung sampai seratus trus berhenti karena capek gulir ke bawah. Akhirnya saya centang aja tuh semua komentar dan saya hapus.


Mulai hari ini, saya harus sesekali cek spam agar tahu ada komentar yang nyangkut di sana atau tidak. Kan kasian tuh yang komentar capek bolak-balik ngetik komentar. Iya, kan mba Rina?

Demikian tulisan saya kali ini. Mohon maaf buat mba Rina dan mba Rini atas ketidaknyamanannya selama ini. InsyaAllah tak akan terjadi lagi.

Salam,
Dapur Ima

Kamis, 01 Februari 2018

Puding Roti Kukus


Hai... Hai...
Selamat siang semuanya.
Selamat datang Februari.
Semoga di bulan ini kita semua sehat, bahagia dan sukses dalam hal apapun.